December 8, 2022

Perbedaan Crewneck dan Sweater Yang Harus Diketahui

Setiap orang pasti memiliki jenis pakaian hangat favorit masing-masing. Namun, terkadang perbedaan crewneck dan sweater tidak banyak yang tahu. Kedua jenis pakaian hangat ini wajib ada di lemari untuk kegiatan sehari-hari.

Simak Perbedaan Crewneck dan Sweater

Berikut ini beberapa perbedaan crewneck dan sweater, yaitu:

Sejarah

Jika dilihat dari segi sejarah, simak perbedaan dua jenis pakaian hangat tersebut:

Crewneck

Jenis pakaian hangat pertama yaitu crewneck, crewneck merupakan salah satu atau model dari sweater. Hal ini disebabkan karena sweater sudah mengalami banyak inovasi baik dari segi model maupun penyebutan namanya.

Crewneck merupakan jenis kemeja atau sweater yang memiliki garis leher bulat tanpa kerah. Sehingga seringkali digunakan dengan lapisan lainnya. Penggunaan nama crewneck muncul dari tahun 1939.

Kemudian nama itu muncul berdasarkan jenis sweater yang dikenakan oleh para pendayung. Setelah itu, crewneck dikembangkan pada tahun 1932 sebagai bagian dalam yang akan menyerap keringat. 

sehingga hal tersebut akan mencegah bantalan bahu pemain sepak bola Amerika agar tidak menyebabkan lecet.

Sweater

Sedangkan Sweater. Sweater terbuat dari bahan kain rajut. Berdasarkan sejarah Monas sweater telah ada lebih dari 2000 tahun yang lalu. Baju hangat ini terbuat menggunakan rajutan wol dengan teknik manual yang dibuat oleh para istri pelaut.

Lalu pada tahun 1890, nama sweater muncul dan digunakan oleh para atlet Amerika. Para atlet menggunakan sweater sebelum dan sesudah bertanding untuk melindungi tubuh dari rasa dingin.

Sweater pertama kali hadir menggunakan model pullover atau kerah yang tinggi dibandingkan sweater biasanya. Namun, sampai hari ini, sweater telah banyak mengalami perubahan. Baik jika dilihat dari bentuk, motif bunga warna dan jenis bahan yang digunakan.

Bahan Pembuat

Crewneck biasanya terbuat dari kain Fleece. Namun karena bahan baby terry juga sering digunakan di pasaran.

Baby Terry

Anda bisa membuat Crewneck dengan bahan Baby Terry yang terbuat dari bahan katun. Jika menggunakan bahan Baby Terry, maka cukup tebal serta tidak berbulu, namun cukup lembut. Strukturnya hampir mirip seperti kain kaos.

Sedangkan untuk bagian dalamnya memiliki struktur seperti kumpulan loop.

Fleece

Untuk bahan selanjutnya yaitu Fleece. Jika dibuat dari bahan Fleece, maka memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan bahan yang sebelumnya. 

Jika Anda perhatikan di bagian bawah akan terbentuk struktur berbulu tebal dan halus. Akan tetapi pada bagian luarnya memiliki struktur kain yang sama dengan kain single knit.

Kain Fleece menggunakan bahan baku apa saja dan terdiri dari beberapa jenis bahan dasar. Berikut ini beberapa jenis bahan Fleece yang Bisa Anda gunakan untuk membuat Crewneck, antara lain:

  • Cotton Fleece merupakan kain yang terbuat dari serat atau kapas.
  • CVC Fleece merupakan kain tebal yang bisa Anda gunakan juga untuk sweater. Bahannya yaitu dari campuran serat cotton dan Polyester. Namun, presentasi serta cotton lebih banyak dibandingkan polyester.
  • Selanjutnya, Anda bisa menggunakan jenis Fleece Polyester. Bahan ini terbuat 100 persen dari serat polyester.

Maka bisa disimpulkan bahwa crewneck merupakan salah satu jenis sweater. Hal yang menonjol adalah perbedaan di bagian leher yang berbentuk huruf o atau berbentuk lingkaran. Sweater jenis ini cocok digunakan untuk pria maupun wanita sehingga bisa dikatakan sebagai jenis pakaian unisex.

Perbedaan crewneck dan sweater sebagai pakaian hangat bisa dilihat dari bentuk lehernya. Selain itu, Anda bisa melihat dari segi sejarah dan juga bahan pembuatan dua pakaian hangat tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *