October 26, 2021

Kebingungan Pilih Oli? Ini Tips-nya

Untuk anda yang mempunyai mobil baru atau relatif baru umumnya tak perlu ribet untuk masalah yang ini. Mengapa? Umumnya mobil anda masih dirawat di bengkel resmi dan anda tinggal turuti saja oli yang direferensikan oleh bengkel itu. Nach tetapi untuk anda yang tidak menjaga mobil kesayangan di bengkel resmi, tentu saja sudah tidak asing saat harus berkunjung toko atau bengkel specialist tukar oli.

Masalahnya apa anda ketahui dengan pemilik bengkelnya, atau seakrab apa anda dengan advisor yang berada di bengkel atau toko oli itu. Terkadang anda tentu dibikin kebingungan dalam memilih oli kan? Itu permasalahan sebenarnya. Pikirkan, beberapa merek oli dengan bermacam harga, dimulai dari beberapa puluh ribu per liter sampai yang beberapa ratus ribu per liter ada komplet. Sampai kemungkinan muncul pertimbangan di pikiran anda jika oli yang mahal itu selalu bagus dan pas untuk mobil anda. Sering ini dipacu dengan promo dari si penjual yang gigih tawarkan kepada anda untuk beli oli tertentu pada harga tertentu.

Setop! Waktunya stop kebingungan dan waktunya pahami oli. Oli ialah pelumas yang didesain untuk memulasi bagian bergerak dalam mesin supaya semua elemen mesin bisa bergerak secara lancar tanpa alami macet atau jammed. Asumsikan logam bersinggungan dengan logam tanpa pelumas di antaranya, dijamin akan macet dalam sekejap. Selain itu oli berperan untuk bersihkan sisi dalam mesin dari kotoran-kotoran yang terjadi gara-gara sisa pembakaran.

Yang pertama kalinya perlu anda lihat ialah buku panduan mobil anda, lalu mencari bab yang terkait dengan Perawatan, Service atau Detail (jika bukunya masih tetap ada tentu saja, sering buku ini lenyap atau justru menjadi pajangan semata-mata). Pada bab itu, anda dapat mendapati detail dari oli yang pas untuk dipakai pada mobil anda terhitung berapakah liter oli yang diperlukan. Tidak cuman oli mesin, detail oli transmisi dan oli gardan juga ikut diterangkan dalam sisi itu. Jika buku panduan mobil anda tidak ada, anda dapat cari info ini di internet atau menanyakan pada rekan di komunitas pemakai mobil yang serupa, umumnya mereka akan suka hati share rekomendasi dan info.

Detail oli biasanya selalu mengikutsertakan dua hal yakni, SAE* yang memperlihatkan tingkat kekentalan dan API SERVICE yang memperlihatkan kualitas atau ketahanan oli itu dalam memulasi mesin anda. Tingkat kekentalan oli benar-benar bermacam, misalkan SAE 0W-30, 5W-30, 10W-40, 15W-40, 15W-50, 20W-50 dan 80W-90** untuk oli dengan tingkat kekentalan double dan SAE 30, 40, 90** dan 140** untuk oli dengan tingkat kekentalan tunggal.

Lain lagi dengan API SERVICE*** yang selalu dengan diawali huruf S dan C (S untuk oli mesin bensin dan C untuk oli mesin diesel). Kategorisasi SA, SB, SC, SD, SE, SF, SG, SH, SJ, SM dan sebagainya ialah oli untuk mesin bensin dan abjad ke-2 sesudah huruf S memperlihatkan kualitas dan ketahanan oli itu. Semakin tinggi abjad ada di belakang huruf S karena itu semakin tinggi juga kualitas pelindungan yang diberi oleh oli itu. Juga demikian dengan oli mesin diesel yang dengan diawali huruf C yakni, CA, CB, CC, CD, CE, CF, CG, CH, CI, CJ dan sebagainya.

Sebagai contoh, misalkan dalam buku panduan diterangkan jika mobil anda harus memakai oli mesin dengan SAE 10W-40 dan minimum API SERVICE SJ, karena itu anda tinggal cari oli dengan detail yang sama sesuai (kuncinya ialah lihat SAE nya dan API SERVICE nya). Bila di toko ada oli dengan SAE 10W-40 dan API SERVICE SM, ya! Oli ini dapat anda gunakan! Lho yang dibutuhkan kan cuman SJ lalu mengapa saya bisa gunakan SM? Di detail disebut minimum SJ, itu maknanya anda bisa menggunakan oli dengan API SERVICE SJ ke atas, yang perlu gak boleh di bawah minimum.

Di toko atau bengkel, banyak merek oli sediakan detail yang serupa, selebihnya opsi berada di tangan anda, ingin gunakan merek yang mana. Pertimbangannya kemungkinan dapat kembali ke harga per liter, anda fanatik dengan merek X atau oli merek X itu memang direferensikan untuk mobil anda.

Tidak boleh gampang untuk terperosok ke rayu bujuk penjual yang “memaksakan” anda beli oli merek tertentu pada harga yang paling mahal dan menjelaskan oli itu baik untuk mesin anda. Bisa saja oli itu memang oli yang baik dan harga memang mahal, tetapi apa memang oli itu yang menjadi keperluan mesin anda? Karena oli-oli mahal ini biasanya mempunyai tingkat kekentalan yang rendah (condong encer) dan berkualitas tinggi tetapi cuman pas untuk beberapa mobil dengan tehnologi mesin yang maju atau mobil yang dioperasionalkan di daerah dengan temperatur udara yang dingin dan alami musim salju. Mengapa begitu? Karena beberapa mesin modern saat ini direncanakan dengan kerapatan di antara elemen yang paling akurat, hingga sela di antara elemen juga benar-benar kecil, itu penyebabnya mesin tipe ini perlu oli yang lebih encer agar gampang untuk dipompakan dan disalurkan ke segala penjuru mesin. Tentu saja berlebihan bukan bila mobil anda masih mengangkat tehnologi usang dan harus memakai oli yang dapat disebutkan over spec dan mahal, apa lagi kita hidup di negara dengan cuaca tropis yang panas.

Lantas apa dampak oli yang over spec? Mengambil contoh mobil diesel anda belum adopsi tehnologi common rail injection alias masih minum solar biasa dan bukunya mengharuskan anda menggunakan oli mesin diesel SAE 15W-40 dan API SERVICE CH, lalu anda menggunakan oli mesin diesel dengan SAE 10W-40 dan API SERVICE CJ. Bisa saja dampak pelindungan yang diberi lumayan baik atau lebih bagus karena API SERVICE nya semakin tinggi, tetapi karena olinya lebih encer karena itu anda akan alami evaporasi oli yang besar juga. Tidak efektif kan? Ingat oli mesin diesel terkategori CJ cuman pas untuk mesin diesel yang minum solar dengan sulfur rendah, jika masih tetap dipaksa bisa jadi anda harus kerap menukar oli mesin.

Kebalikannya bila anda telah memakai mobil dengan detail mesin yang masuk ke kelompok kekinian, jika anda memakai oli di bawah kategorisasi yang ditetapkan, sudah tentu mesin hebat anda akan berusia pendek. Sebagai contoh, bila detail mengharuskan mesin anda memakai oli dengan SAE 0W-30 dan API SERVICE SM, sudah tentu anda jangan memakai oli dengan SAE 10W-40 dan API SERVICE SG karena detail kekentalan oli ini berlainan dan kwalitasnya ada di bawah ketetapan yang diwajibkan pabrikasi mobil anda.

Jadi murah atau mahalnya oli bukan dasar, sebagai tutorial khusus ialah keperluan mesin mobil anda sendiri. Samakan dengan detail yang disuruh karena itu mesin mobil anda akan senang dalam layani semua keperluan anda dalam berkendaraan. Penting untuk dikenang, sekarang ini banyak tersebar oli palsu di pasar, khususnya untuk oli yang penjualannya laku. Yakinkan anda beli oli di lokasi yang paling dipercaya dan punyai rekam jejak dan nama baik di usaha oli. Dampak dari pemakaian oli palsu ialah fatal untuk mesin dan dapat membuat kantong anda tipis cuman dalam waktu cepat. Pertanyaan seterusnya yang muncul di pikiran anda kemungkinan ialah, beli oli apa ya? Sintetis atau Mineral? Nantikan pembahasan selanjutnya mengenai oli, tetapi sampai tahapan ini anda tentu sudah memahami harus beli oli dengan detail apa.

Selamat memilih oli! Janganlah lupa selalu rutin lakukan pergantian oli untuk keawetan mesin anda.

Info:

*SAE: Society of Automotive Engineers, yakni salah satunya badan yang berkuasa untuk tentukan peranan dan tingkat kekentalan oli.

**Oli dengan tingkat kekentalan ini biasanya dipakai sebagai pelumas penerus daya mesin seperti transmisi dan gardan.

***API SERVICE: American Petroleum Institute, yakni salah satunya badan yang berkuasa untuk lakukan eksperimen pada oli dan tentukan tingkat kualitas oli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *